sudah,aku menyerah.
silakan lanjutkan hidupmu, tanpa aku di dalamnya.
sudah.
: kamu tau kenapa?
... seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu
cukup indahkah dirimu untuk selalu ku nantikan
mampukah kau hadir di setiap mimpi burukku
mampukah kita bertahan disaat kita jauh
... seberapa hebat kau untuk ku banggakan
cukup tangguhkah dirimu untuk selalu ku andalkan
mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang
sanggupkah kau meyakinkan disaat aku bimbang
celakanya hanya kau lah yang benar-benar aku tunggu
hanya kaulah yang benar-benar memahamiku
kau pergi dan hilang kemana pun kau suka
celakanya hanya kau lah yang pantas untuk ku banggakan
hanya kau lah yang sanggup aku andalkan
diantara pedih aku selalu menantimu
untuk kamu,be :)
... aku bukan cinderella,
kamu pun bukan pangeran dengan kuda putihnya,
tapi bukan berarti,
kita tidak dapat bahagia selamanya.
apakah kamu mencintaiku?
hum?
apa?
iya,atau tidak?
sedikit lebih keras sayang,aku kurang bisa dengar
iya?
sungguh?
benarkah?
lalu jika,
aku minta jantungmu
masihkah kamu mencintaiku?
sudah,
lupakan saja. Lupakan kalau kita pernah bersama.
lupakan, dua kali putaran bumi yang kita isi dengan senyum yang lainnya,dengan tawa dan semua kebodohan kita.
lupakan,
hapus sudah dari memori otakmu,
cincin yang kamu sematkan di jari manisku,berlakon seakan kita mempelai yang bahagia.
toh juga, aku sudah tak tau cincin itu sekarang dimana.
sudah sudah sudah,
jangan kenang lagi malam itu. ketika kita berbaring bersisian di pasir pantai kuta,ketika kamu pertama kali menciumku.
jangan juga ingat lagi, rumah pondok yang kamu bangun di tengah sawah. tempat kita dulu tiap bolos dari sekolah,hanya untuk saling bersandar dan bercerita,hanya untuk saling berpegang tangan,terlalu malu untuk berpikir lebih dari itu.
anggap saja tak pernah,
pelukan eratmu, mendekapku rapat. meredam tangisku. menepis kejam dunia. menjagaku lebih dari siapa pun pernah melakukannya. menyelamatkanku, untuk dapat kau hancurkan.
lalu itu,
tiap makian yang ku lontarkan, tiap airmata, tiap kepal tanganmu manahan tubuhku, tiap kekasaran dan sisi jahatamu, sudahlah, aku mungkin juga sudah lupa. akankah kau juga?
juga itu,
janji kita. bukankah kini benar-benar hanya sebuah janji?
ah,
lupakan saja aku, yang benci tiap hujan turun, memaksamu berteduh, tak peduli kamu ingin menari dengan hujan dan dengan ku. lupakan kita, yang kadang bersitegang dan tak mau mengalah, yang selalu merasa dirinya benar diatas segalanya, yang berpikir ego adalah paru jiwa. lupakan.
sudah!
jangan tanya kemana cinta itu,cinta kanak-kanak kita yang manis. cinta yang di warnai bukan hanya dengan tujuh warna pelangi, cinta yang terselip banyak luka dan airmata.
kumohon.. bilang padaku kamu sudah lupa itu semua. karna aku tak juga bisa lupa.
: terimakasih,untuk masalalu yang tak pernah bosan ku kenang.

